Flayer

Pendahuluan


Undang Undang Nomer 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan, pada pasan 62 menyebutkan bahwa “Tenaga Kesehatan dalam menjalankan praktik harus dilakukan sesuai dengan kewenangan yang didasarkan pada kompetensi yang dimiliki.” Sesuai dengan Undang Undang tersebut, maka kompetensi menjadi persyaratan yang paling mendasar bagi setiap tenaga kesehatan untuk menjalankan praktik, tidak terkecuali perawat kamar bedah. Bagi perawat kamar bedah upaya peningkatan kompetensi baik dari segi pengetahuan maupun keterampilan menjadi kebutuhan penting yang sangat mendasar. Oleh karena itu Himpunan Perawat Kamar Bedah Indonesia (HIPKABI) sebagai organisasi seminat yang menaungi para perawat kamar bedah, memiliki tanggung jawab besar dalam upaya peningkatan kompetensi tersebut.
Pengurus Wilayah Hipkabi Jawa Timur (PW Hipkabi Jatim) sebagai organisasi yang berada di tingkat propinsi turut memiliki tanggung jawab dalam upaya peningkatan kompetensi. Salah satu upaya yang telah dan terus dilakukan oleh PW Hipkabi Jatim adalah menyelenggarakan pendidikan berkelanjutan yang secara rutin digelar setiap tahun. Pendidikan berkelanjutan bagi perawat kamar bedah / Continuing Operating Room Nurses Education (Corne) tersebut dilaksanakan dengan beberapa rangkaian kegiatan diantaranya adalah symposium, workshop, serta lomba poster ilmiah. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian acara Corne yang diselenggarakan dalam upaya peningkatan kompetensi perawat kamar bedah khususnya di Jawa Timur.
Tema dan materi pada rangkaian kegiatan Corne tersebut selalu disesuaikan dengan kebutuhan serta perkembangan keilmuan pada bidang keperawatan perioperatif. Pelaksanaan Corne juga diselenggarakan di beberapa kota besar di wilayah Jawa Timur sesuai dengan pemetaan zona wilayah yang telah dibuat. Pada kesempatan tahun 2023 ini kegiatan Corne akan diselenggarakan di Malang dengan mengangkat tema “Dissecting the Critical Role of the Operating Room Nurses” Melalui kegiatan edukasi yang diselenggarakan secara rutin akan memberikan bekal yang cukup bagi perawat kamar bedah guna mewujudkan keselamatan pasien serta hasil pembedahan optimal


PW HIPKABI JAWA TIMUR